Suami Sayang Istri, Bukan Suami Takut Istri!

 


Assalamualaikum teman-teman,

Kita bertemu di Jumat, 25 Maret 2021

**

Beberapa hari yang lalu suami ikut pelatihan pembuatan e-raport selama 1 minggu full. 

Seperti biasa, setiap kali habis kegiatan-kegiatan seperti itu saya tak pernah absen menagih cerita pengalaman dan aktivitas apa yang dilakukan paksu seharian itu.

Kepo? bukan.

Perhatian? iya...hehehe

"katanya ayah termasuk golongan ISTI bun, Ikatan Suami-suami Takut Istri" kata suami di sela-sela obrolan kami tadi siang.

"trus ayah jawab bagaimana?" tanya saya. Penasaran seperti apa respon yang diberikan oleh lelaki ganteng di depan saya ini.

"ya, ayah diem aja, tidak usah diurusin" jawabnya enteng.

"lah, pegimana sih yah, harusnya ayah itu jawab, bukan takut istri pak, tapi sayang istri, ingat ya pak, sayang istri" kata saya hampir emosi...hahaha.

Ya gitu, suami adalah tipe orang cinta damai, beliau cenderung malas meladeni hal-hal begini dengan alasan "daripada ribut".

Daaan hal ini sangat berkebalikan dengan saya...kwkwkw

Kalau saya yang dikatakan begitu, pasti saya tidak terima, yang ngatain bakal tak ceramahi panjang lebar macam mamah dedeh. Biar kapok, sekalian biar insyaf...kwkwkwk.

**

Ya, suami-suami takut istri, katanya begitu.

Suami membantu menjemur pakaian, katanya suami takut istri.

Suami membantu belanja sayur, katanya suami takut istri.

Suami rela tidak nongkrong karena menemani anak istri di rumah, katanya suami takut istri.

Suami momong anak karena istri sedang ada kegiatan lain, katanya suami takut istri.

Lah ya memang istri ini siapa to Ferguso, kok sampai semua hal yang dilakukan suami dalam rangka "memuliakan istri" selaluuuu saja dikatakan takut istri.

Istri itu belahan jiwa, sigaraning nyowo, apa yang membuat istri bahagia harusnya juga menjadi sesuatu yang membahagiakann buat suaminya. Begitu kan?

Nih, tak kasih tahu ya Ferguso, juga mbak Marimar,

Jika kamu melihat seorang laki-laki yang membantu pekerjaan istrinya, itu bukan suami takut istri. Itu namanya suami sayang  istri. Laki-laki ini paham sekali, bahwa pekerjaan rumah adalah tugas bersama. Siapa yang longgar ya dia yang mengerjakan, tidak peduli apapun pekerjaannya.

Jika kamu melihat seorang laki-laki yang berbelanja sayur, itu bukan suami takut istri. Itu namanya suami sayang istri. Laki-laki seperti ini sangat memahami bahwa berbelanja sayur bagi seorang suami pun sah-sah saja. Malah sekalian bisa tahu berapa harga-harga di pasaran. Laki-laki seperti ini juga bakal lebih menghargai masakan wanitanya, karena tahu bagaimana perjuangan menghadirkan aneka makanan tersebut di atas meja.

Jika kamu melihat seorang suami yang lebih rela di rumah daripada nongkrong, itu bukan suami takut istri. Itu namanya suami sayang istri. Laki-laki seperti ini sangat khatam bahwa kehadirannya sangat ditunggui sang istri di rumah. Setidaknya sang suami bisa diajak bergantian menjaga buah hati agar istrinya bisa selonjoran barang sejenak. Suami model seperti ini paham, bahwa ada ada kebutuhan ruhani keluarga yang menjadi tanggung jawabnya.

Jika kamu melihat seorang suami yang momong anak pas istri ada kegiatan lain, itu bukan suami takut istri. Itu namanya suami sayang istri. Laki-laki seperti ini ingin istrinya terus berdaya. Dia paham bahwa keluarga bukan hambatan bagi istri untuk berkarya, dan harusnya keluarga memang menjadi support sistem utama. Lagipula tidak ada salahnya kan laki-laki momong anak? wong ya dulu buatnya berdua, mendidik dan merawat ya harus berdua to yo, masak mau lepas gitu saja, pasrahkan semua urusan anak ke istri.

Begitu lho mas Ferguso

Jadi, bagaimana mas?
Sudah cukup belum ceramah malam ini?

Kalau kurang kapan-kapan kita sambung lagi ya...kwkwkw

Ojok lali mas, belajar memuliakan istri, salah satunya ya dengan sering-sering meringankan pekerjaannya istri di rumah. Bahasa kasarnya belajar mudeng gawean...hehehe



0 Comentarios

Follow Me On Instagram