Ramadhan di Ahad kedua, alhamdulillah.
Jika Ahad lalu kami menghabiskan hari dengan kumpul-kumpul keluarga besar di rumah mertua, hari ini cukup di rumah saja, tidak ada agenda keluar, kecuali beberapa agenda internal keluarga untuk menuntaskan tantangan aktivitas Ramadhan Ceria yang sempat tertunda.
Btw,
apa itu Ramadhan Ceria?
Ramadhan
Ceria adalah sebuah event khusus yang diadakan oleh komunitas Ibu Profesional
Semarang dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadhan agar tetap seru, bahagia,
dan tentunya menyenangkan bersama keluarga di rumah.
Ramadhan Seru Ramadhan Berkah bersama Keluarga, begitu tagline dari event ini. Ada banyak sekali tantangan aktivitas yang bisa menjadi inspirasi mengisi hari di Ramadhan, mulai dari home decor, read aloud bingo, jingle Ramadhan, eksperimen STEAM (Sains, Tecnology, Enginering, Art, Matematic), Bookish Play kisah Nabi-Nabi Ulul Azmi, hingga fun cooking.
Nah, untuk hari ini, target proyek tantangan yang akan kami tuntaskan adalah membuat Bookish Play dari Kisah Nabi Ibrahim as. Kenapa kok perlu Bookish Play? Apa tidak cukup membaca buku seperti biasanya saja? Emm…rutinitas itu kadang membosankan? Betul kan? Nah agar kita tidak terpenjara rasa bosan, kita bisa memodifikasi rutinitas tersebut, menambahkan sedikit bumbu agar rasa rutinitas tersebut berganti. Pun demikian dengan aktivitas membaca bersama anak, agar anak tidak lekas bosan, agar anak semakin paham bahan bacaan yang dibacanya, kita perlu tambahkan unsur kreativitas. Bisa berupa aktivitas tambahan atau penggunaan alat peraga.
Langkah-langkah membuat diorama Nabi Ibrahim dibakar api sebagai berikut,
1. Gambar kobaran api dan kaligrafi tulisan nama Nabi Ibrahim menggunakan spidol di kertas HVS, jika memungkinkan buat beberapa ukuran, kobaran api besar, kobaran api kecil.
2. Warnai gambar kobaran api tersebut, untuk proses ini, anak-anak bisa dilibatkan.
Proses membaca buku ini kami gunakan
untuk membangun pondasi pengetahuan Ghaida akan kisah salah satu Nabiyullah. Setelah
membaca buku, baru kami lanjutkan dengan membuat diorama ketika Nabi Ibrahim as
dibakar api oleh Raja Namrud. Di sela-sela pembuatan diorama, kami juga
menambahkan cerita tentang si burung yang membantu mengambil air guna
memadamkan api tersebut, juga cerita tentang si cicak yang turut serta
meniup-niup api agar besar. Berlatar belakang kisah inilah, setiap malam Jumat
kita disunnahkan untuk membutuh hewan cicak tersebut. Wallahu a’lam.


.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


0 Comentarios